Graha Mangkalan
Phone 1 : 0361-8045927
Phone 2 : 081236249999
Email : ud_mangkalan@yahoo.co.id

Rumah Minimalis pun Perlu Roh

Rumah Minimalis pun Perlu RohPERUBAHAN gaya hidup masyarakat yang serba praktis juga mempengaruhi bentuk rumah. Salah satunya bangunan rumah ''praktis'' yang sering disebut minimalis. Namun sangat berbeda dengan bangunan rumah sehat sederhana (RSS).

Kualitas bangunan RSS jelas berbeda jauh dengan rumah minimalis. Rumah minimalis mensyaratkan hemat bahan tanpa mengurangi kualitas bangunan, bentuk bangunan geometris, garis-garis bidang lurus tegas, terlihat kaku, dan titik-titik pertemuan menyudut. Rumah tampil dengan bentuk seperti kotak dengan atap miring segi tiga tegak lurus.

Bentuk bangunan proporsional, di mana pembagian bidang lantai, dinding, dan atap terlihat seimbang. Rumah minim ornamen. Bentuk kusen dan daun jendela dan pintu segi empat.

Pembagian ruang sangat efisien, fungsional, dan jelas hierarkinya. Penghuni maupun tamu dapat mudah mengenali fungsi-fungsi ruang. Penempatan jendela, pintu, dan skylight bertujuan memasukkan cahaya dan udara secara tepat dan optimal pada seluruh ruangan sehingga pemakaian lampu dan alat pengondisi udara, terutama di pagi dan siang hari, dapat ditekan seminimal mungkin. Kelebihan rumah minimalis, rumah diarahkan menjadi rumah ramah lingkungan.

Bagi yang memiliki lahan terbatas, ruang digunakan multifungsi. Penggabungan fungsi-fungsi ruang, seperti teras dan ruang tamu; ruang tamu dan ruang keluarga; ruang keluarga, ruang makan dan dapur; teras belakang, ruang makan dan ruang belajar, merupakan konsekuensi dari perubahan dari gaya hidup masyarakat urban. Rutinitas kerja yang menyita waktu di luar rumah membuat fungsi ruang-ruang dimanfaatkan secara optimal, tidak ada ruang mati.

Pemakaian bahan sangat efisien, praktis, ringan tapi kokoh, dan berteknologi tinggi. Beton ekspos polos atau bertekstur pada dinding rumah, jendela kaca lebar sedikit atau bahkan tanpa sambungan. Dinding kaca yang dikombinasikan dengan air membuat tirai dinding air yang cantik, dan mendinginkan ruangan. Dinding seperti ini juga tengah menjadi tren di mana-mana. Rangka bangunan dari beton hingga baja. Atap mulai dari genteng tanah liat, sirap, hingga pelat baja. Bentuk tangga melayang dari pelat dan tali baja, beton ringan, hingga tangga lipat yang dapat disimpan ke atap.

Pemilihan warna sangat penting. Dominasi warna hitam, putih, dan abu-abu merupakan ciri khas bangunan dan perabotan utama. Suasana rumah terkesan dingin dan berat. Untuk menyeimbangkannya, warna rumah dipadu warna-warna lain sebagai aksen (kontras), seperti warna merah, kuning, oranye (cerah) dan coklat, biru, hijau (lembut). Warna-warna kontras juga digunakan sebagai aksen untuk menonjolkan bentuk bangunan dengan lingkungan sekitar.

Perabotan rumah sebaiknya mengikuti bentuk dasar geometris bangunan, sehingga kursi, sofa, meja, lemari, dan dipan berbentuk segi empat polos, tanpa ornamen profil ukiran. Kursi, meja, dan lemari yang penuh ukiran pun terasa menjadi tidak nyaman. Perabotan sofa dari kulit dan metal dengan warna gelap serta meja kaca segi empat menghiasi ruang tamu dan ruang keluarga. Secara keseluruhan, ruangan diisi dengan perabotan yang sangat efisien dan fungsional saja.

Seindah apa pun rumah dibangun, rumah tetap merupakan bangunan mati. Untuk itu, rumah membutuhkan ''roh'' agar tercipta kehidupan. Kehadiran penghuni rumah dengan segala aktivitasnya dan pembuatan taman-taman rumah akan memberikan roh kehidupan rumah yang dinamis. Penempatan pot-pot tanaman teduh yang diatur cermat di sudut-sudut rumah dari teras depan hingga pojok teras belakang dan dilengkapi kolam ikan akan membuat rumah terasa hidup.

Ke depan, rumah minimalis yang kompak, trendi, dan praktis tetap akan menjadi pilihan favorit. Kreativitas dan inovatif dengan cita rasa seni tinggi dari para arsitek serta didukung perkembangan teknologi canggih membuat rumah minimalis akan terus berkembang dengan segala terobosan baru.

Sumber : balipost.co.id