Graha Mangkalan
Phone 1 : 0361-8045927
Phone 2 : 081236249999
Email : ud_mangkalan@yahoo.co.id

Suku Bunga KPR Kompetitif Picu Penjualan Properti

Suku Bunga KPR Kompetitif Picu Penjualan PropertiSuku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) kompetitif diyakini memicu peningkatan penjualan beragam produk properti di Indonesia karena kian besarnya minat masyarakat membeli rumah.

'Apalagi, suku bunga KPR yang kompetitif dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi pasar perumahan untuk memiliki properti dengan harga terjangkau,' kata Direktur PT Citra Pamerindo Abadi, Zainal Abidin, penyelenggara pameran produk properti hasil kerja sama pelaku perbankan syariah dan DPD REI Jatim, Bursa Properti 2010 (11 Desember 19 Desember 2010), di Gramedia Expo, Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, suku bunga KPR bisa dinilai ideal bagi pasar properti ketika penawarannya berada di bawah 10 persen seperti yang disediakan pelaku perbankan syariah.

'Kami yakin peningkatan penjualan tersebut bisa tercapai,' ujarnya.

Keoptimisan tersebut, jelas dia, dikarenakan akhir tahun ini adalah waktu tepat membeli properti sebelum kenaikan harga jual komoditas itu tahun depan, akibat wacana revisi harga semen.

'Bila masyarakat menunda pembelian, misal, dua tahun maka beda dengan harga jual sebelumnya antara Rp50 juta Rp60 juta per unit,' paparnya.

Terkait titik potensial penjualan properti, ia menyebutkan, di Jatim ada di sejumlah kota di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang.

'Sementara itu, kami perkirakan pada tahun 2011 pasar potensial untuk produk properti terutama dari jumlah unit adalah kalangan menengah bawah,' katanya.

Bahkan, tambah dia, pasar menengah bawah dapat mendominasi 60 persen dari total penjualan rumah dihitung sesuai unitnya. Lalu, properti bagi kalangan menengah mengkontribusi sekitar 25 persen dan sisa 15 persen kalangan atas.

'Namun, bisa juga porsi `middle up` mendominasi seperti yang terjadi pada tahun 2003 hingga 2004,' tuturnya.

Saat itu, lanjut dia, penjualan properti kalangan menengah atas lebih besar karena dipicu kian membaiknya ekonomi nasional dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

Di sisi lain, terkait kegiatannya yang didukung 80 peserta baik pengembang dan penanggung jawab proyek perumahan itu ditargetkan mencatatkan omzet Rp170 miliar.

'Target kami sangat tinggi menyusul tercapainya omzet pada pameran bulan Oktober 2010 senilai Rp162 miliar,' katanya.

sumber: www.vibiznews.com